Media Sosial

H A R I

Menuju PEMILU

2019

AGENDA KPU

10 Agustus 2018

Menerima Kunjungan KPU Jeneponto

PENGUMUMAN

Selengkapnya

RPP "SEGARE ANAQ"

  • Poster
  • Infografis
  • e-Dokumen
  • Perpustakaan
  • Miniatur 3 Dimensi
  • Audio Visual

PUSAT DATA / INFORMASI

- Jaringan Dokumentasi & Informasi Hukum

- Informasi Penyelenggara Pemilu

- Informasi Logistik Pemilu

- Penghitungan Suara

- Penggantian Antar Waktu

- Sisitem Informasi Pemilih

- Sistem Partai Politik

Hadir Karena Penting

Drs. H. Musa Al-Hady

Untuk mengukur apakah suatu kegiatan berhasil atau tidak bisa dilihat dari beberapa indikator, diantaranya, seberapa banyak orang yang hadir pada suatu kegiatan. Kalau di ruang terbuka bisa dilihat dari tidak ada lagi ruang kosong di tempat itu. Bisa juga dilihat dari seberapa banyak karcis yang laku terjual, atau kalau itu pemilu bisa dilihat dari seberapa banyak kertas suara yang terpakai.  Dari aspek yang lain bisa juga dilihat dari faktor keamanan dimana orang-orang yang hadir merasa nyaman tidak tertekan dan terbebani, karena kegiatan berlangsung sesuai dengan perencanaan.

Terkait dengan alasan seseorang hadir pada suatu kegiatan, paling tidak ada dua pertanyaan yang biasanya muncul di permukaan, pertama kenapa dia mau datang dan kenapa tidak mau datang. Biasanya orang mau datang menghadiri kegiatan disebabkan karena merasa bertanggungjawab, ada ikatan emosional yang kuat dengan penyelenggara atau merasa butuh. Begitu juga dengan pertanyaan kedua kenapa orang tidak mau datang.  Alasan klasik biasanya mereka mengatakan kalau mereka takan kalau mereka tidak tahu ada kegiatan, padahal sejatinya mereka tidak mau tahu karena merasa tidak ada kepentingan, ada  juga yang bersikap acuh dan tidak peduli karena tidak paham dan lain-lain. Tapi  kalau kegiatan  berhasil  biasanya orang akan berkomentar “sosialisasinya“ bagus, begitu juga kalau kegiatan tidak berhasil yang dikomentari adalah sebaliknya, bahwa sosialisasi yang kurang bagus.

Jadi satu kegiatan dikatakan berhasil atau tidak, ada pada kata kunci “SOSIALISASI”.   Richard E  Dawson berpendapat bawa sosiali- sasi politik dapat dipandang sebagai suatu pewarisan pengetahuan, nilai-nilai dan pandangan-pandangan politik dari orang tua, guru dan sarana-sarana sosialisasi yang lainnya kepada warga negara yang baru dan telah menginjak dewasa.  Dari definisi sosialisasi di atas dapat ditarik ke- simpulan bahwa melalui sosialisasi, kita dapat mewariskan pengetahuan dan keterampilan kepada seseorang sehingga orang tersebut tidak hanya mengerti dan tahu tentang sesuatu tapi juga dapat melaksanakan atau mempraktekkan apa yang sudah disosialisasikan dan sosialisasi ini tidak terbatas pada satu kalangan tapi untuk semua kalangan atau lapisan masyarakat karena dalam  pemilu nilai suara tiap orang sama dan yang paling penting mereka sadar dan merasa bertanggungjawab.  (”Suara buruh dan Intelektual memiliki nilai sama”)

KPU Kabupaten Lombok Timur sebenarnya pada tahun 2014 telah menorehkan prestasi yang gemilang pada kategori sosialisasi karena sesuai hasil penilaian Tim Penilai Tingkat Provinsi, KPU Kabupaten Lombok Timur ditetapkan sebagai Pemenang Kategori Kreasi Sosialisasi dan Partisipasi Pemilu Terbaik tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat dan mendapatkan PIAGAM PENGHARGAAN dari KPU Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Untuk itu KPU Lombok Timur merasa perlu untuk mempertahan-     kannya, terutama pada pelaksanaan  Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati tahun 2018 yang bersamaan dengan pemilihan  Gubernur dan wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat.  Berikutnya pada tahun 2019 menghadapi Pemilihan Presiden dan  Wakil presiden  Indonesia yang bersamaan juga dengan pemilihan DPR RI, DPRD Propinsi dan DPRD Kabupaten. Dan untuk kita ketahui dengan pemilihan DPR RI, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten Lombok Timur. Untuk diketahui, sesuai data pada KPU, tingkat partisipasi pemilih pada tiap pelaksanaan pilkada maupun pilpres selalu mengalami peningkatan.

Pada Pilkada Lombok Timur Tahun 2013 tercatat  sebesar 74,26% dari daftar pemilih tetap sebesar 868.082 orang dan pengguna hak pilih 644,675 orang lebih tinggi dari pilkada bupati tahun 2009 sebesar 73,07% dari jumlah pemilih tetap sebesar 794,059 dan pengguna hak pilih sebesar 644,675 orang.  Demikian juga dengan pilpres Tahun 2014 angka partisipasinya sebesar 74,75% dari daftar pemilih tetap sebesar 837.815 dan Pengguna hak pilih 655.681 orang, masih lebih tinggi dari pilpres tahun 2009 sebesar 72,31% dari jumlah daftar pemilih 873.980 orang dan pengguna hak pilih 605.938 orang sehingga  secara keseluruhan persentase partisipasi pemilih di Lombok Timur selalu mengalami peningkatan.

Ke depan sosialisasi yang dipilih  masih menggunakan corong masjid kerjasama dewan masjid, pengurus masjid dan marbot untuk menyampaikan informasi terbaru dari KPU.

Kreasi sosialisasi yang akan dilakukan semuanya bermuara pada meningkatnya partisipasi pemilih pada pilkada, pileg dan pilpres yang akan datang.

”Demikian juga halnya dengan tokoh masyarakat dari hasil survey yang dimuat pada edisi terdahulu terlihat bahwa peran dari Tokoh Agama sangat signifikan, untuk itu pada pelaksanaan pilkada tahun 2018 dan pileg, pilpres pada tahun 2019 tokoh ulama tetap kita gunakan dalam mensosialisasikan tentang hak dan kewajiban masyarakat dalam setiap pemilu, di samping segmen-segmen yang lain seperti segmen perempuan, disabel, pemilih pemula dan  marginal . yarakat dalam setiap pemilu, di- samping segmen lain seperti segmen perempuan, disabilitas, pemilih pemula dan marjinal.

Hasil serapan melalui pelaksanaan  Focus Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan oleh KPU, masalah hadir atau tidak hadirnya pemilih untuk menggunakan hak pilihnya sangat di-    pengaruhi oleh beberapa faktor terutama sekali faktor ekonomi.  Dalam sesi penyampaian masalah oleh peserta FGD disampaikan bahwa seorang pemegang hak pilih tidak datang memilih karena harus pergi berburuh atau melaut untuk menghidupi keluarganya, walaupun sebenarnya dia tahu kalau pada hari itu ada pemu- ngutan suara. Bagi mereka Pemilu belum dianggap lebih penting dari tanggung jawab menghidupi keluarga mereka, padahal suara mereka sangat menentukan masa depan bangsa.

Dari berbagai masalah yang dapat diserap maka jawabannya adalah “SOSIALISASI” yang terencana, sistematis dan masif menjangkau semua lapisan masyarakat pemilih baik yang  berada di pelosok maupun di kota.  Maka untuk mendongkrak suara pemilih ke depan, KPU pada tahun 2016 telah beberapa kali turun mem-  berikan sosialisasi terutama ke sekolah-sekolah sebagai basis pemilih pemula dan ke lembaga-lembaga sosial kemasyarakatan lainnya.

Adapun bentuk kegiatannya bervariasi antara lain seminar, penelitian, membuat materi Khotbah   Jumat, bahkan ada yang di akhir kegiatannya dilakukan pemilihan duta pemilu tingkat kecamatan seperti yang dilakukan oleh KNPI Lombok Timur.  Dalam waktu dekat Sekertariat KPU Lombok Timur memprogramkan pelaksanaan FGD di 6 (enam) Kecamatan berdasarkan zona/dapil. (**)

KPU Lombok Timur

Alamat: Jl MT Haryono No7 Selong, 83612

Telp: (0376)

Fax: (0376)

@2018 KPU Lotim. Hak cipta dilindungi undang-undang