Media Sosial

H A R I

Menuju PEMILU

2019

AGENDA KPU

10 Agustus 2018

Menerima Kunjungan KPU Jeneponto

PENGUMUMAN

Selengkapnya

RPP "SEGARE ANAQ"

  • Poster
  • Infografis
  • e-Dokumen
  • Perpustakaan
  • Miniatur 3 Dimensi
  • Audio Visual

PUSAT DATA / INFORMASI

- Jaringan Dokumentasi & Informasi Hukum

- Informasi Penyelenggara Pemilu

- Informasi Logistik Pemilu

- Penghitungan Suara

- Penggantian Antar Waktu

- Sisitem Informasi Pemilih

- Sistem Partai Politik

Kisah Dari Kaki Rinjani

Humas

Yayasan Advokasi Buruh Migran Indonesia (ADBMI) bekerjasama dengan KPU Lombok Timur mengadakan bedah buku berjudul "Kisah dari Kaki Rinjani, 1 Maret 2018 di aula kantor KPU Lombok Timur. Buku ini mengulas informasi dan isu-isu tentang kehidupan warga yang tinggal di daerah kaki Gunung Rinjani yang sebagian besar wargnya bekerja sebagai buruh migran di luar negeri.
Acara tersebut dihadiri oleh ketua KPU Lombok Timur, M. Saleh yang bertindak sebagai salah seorang narasumber bersama Fathul Rakhman, redaktur Lombok Post TV sekaligus editor buku tersebut.  Pembicara lainnya adalah Ririn Hayudiani dari praktisi pemberdayaan Perempuan.  Acara ini sendiri dipandu oleh Direktur Yayasan ADBMI, Roma Hidayat.


Acara dibuka dengan sambutan dari Fathur Rahman, yang menceritakan secara singkat tentang sejarah awal bagaimana masyarakat Lombok mulai menggeluti pekerjaan di luar negeri sebagai tenaga migran, khususnya dalam sector rumah tangga hingga sekarang. Menurutnya, banyaknya masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri khususnya Malaysia pada saat itu mengacu kepada kesuksesan orang-orang yang mengadu nasib di sana. “Hal ini juga dipengaruhi oleh faktor sosial budaya dari masyarakat Lombok sendiri yang beranggapan bahwa kurangnya tingkat pendidikan dan sulitnya mendapat pekerjaan mendorong masyarakat Lombok, khususnya yang berusia muda menjatuhkan pilihan bekerja menjadi buruh migran sebagai pilihan terakhir”, tambahnya.  


Dalam kesempatan yang sama, ia juga mengatakan bahwa buku Kisah dari Kaki Rinjani telah melalui serangkaian proses ujicoba yang berlangsung selama 2 tahun dan disusun berdasarkan data dan fakta dari 12 perwakilan desa di Lombok timur yang notabene banyak dari penduduknya merupakan Buruh Migran. (TKI, red). Desa tersebut diantaranya adalah Jengik utara Prian, Tete Batu Selatan, Kembang kuning, Aikmel, dan Toya. Daerah- daerah tersebut termasuk dalam daerah yang bisa dikatakan subur dan banyak terdapat potensi wisata. Namun ironisnya daerah tersebut masih tercatat dengan angka kemiskinan yang cukup tinggi.


Praktisi pemberdaya perempuan Ririn Hayudiani juga sependapat dengan apa yang dikatakan oleh Fathur Rahman. Menurutnya hal yang juga mendorong masyarakat Lombok untuk bekerja sebagai buruh migran adalah faktor banyaknya perkawinan usia anak yang berujung perceraian dan dapat merugikan posisi kaum wanita. “Isu perkawinan anak tertinggi menempati peringkat tertinggi di asia dan nomor 10 pada kekerasan ibu dan anak” ujarnya. Ririn juga menekankan  perlu diadakan pemberdayaan terhadap asyarakat miskin, terutama kaum perempuan agar bisa meningkatkan perekonomian secara mandiri.


Menanggapi apa yang disampaikan dari Ririn Hayudiani dan Fathur Rahman, Ketua KPU Muh. Saleh berharap dapat membawa isu-isu yang sedang dibahas sebagai pertimbangan dalam menyusun materi untuk debat publik antara pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Lombok Timur. Beliau juga mengapresiasi buku “Kisah dari Kaki Rinjani”. Menurutnya banyak hal yang bisa dipelajari dari buku tersebut mengenai hak-hak dan kesejahteraan warga yang tinggal di kaki gunung rinjani.
Acara berlanjut dengan sesi tanya jawab antara narasumber dan peserta yang hadir. Sesi tanya jawab berlangsung seru dan topik yang dibahas masih sekitar permasalahan sosial budaya serta permasalahan pemberdayaan wanita di desa-desa miskin di Lombok Timur. Menanggapi pertanyaan-pertanyaan yang muncul, narasumber menyinggung masalah yang berkaitan dengan buruh migran yang  seringkali di kaitkan dengan trafiking dan pemerintah saat ini tidak terfokus untuk melindungi hak-hak dari buruh migran yang tersebar di negara-negara tetangga.


Pada sesi penutupan, Ketua KPU Muh Saleh kembali berjanji akan menampung isu-isu yang telah didiskusikan dan mempertimbangkannya sebagai materi untuk debat publik calon Bupati dan Wakil Bupati Lombok Timur. Dan berharap nantinya siapapun yang akan terpilih dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati bisa lebih memperhatikan masalah-masalah dari sector ketenagakerjaan dan pemberdayaan perempuan. (HumasKPU)

KPU Lombok Timur

Alamat: Jl MT Haryono No7 Selong, 83612

Telp: (0376)

Fax: (0376)

@2018 KPU Lotim. Hak cipta dilindungi undang-undang